
source : klinikapollojakarta.com
Fakta Mengenai Buang Air Kecil Sakit
Buang air kecil sakit (disuria) yaitu menggambarkan ketidaknyamanan saat buang air kecil. Pada pria dengan area antara skrotum dan anus disebut sebagai perineum. Pada wanita dengan perineum yaitu area antara anus dan lubang vagina.
Buang air kecil yang menyakitkan sangat umum. Rasa sakit, terbakar atau menyengat dapat mengindikasikan sejumlah kondisi medis. Sering buang air kecil adalah kebutuhan untuk buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
Dorongan itu bisa menyerang secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kehilangan kendali atas kandung kemih. Ini bisa terasa tidak nyaman, seperti kandung kemih sangat penuh. Sering buang air kecil adalah gejala utama dari kondisi kandung kemih yang terlalu aktif dan terkadang terjadi secara bergantian.
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyebab umum lain dari sering buang air kecil. Sering buang air kecil adalah saat harus buang air kecil minimal 8 kali dalam kurun waktu 24 jam. Mengobati sering buang air kecil adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya.
Gejala Buang Air Kecil Sakit
Frekuensi buang air kecil yang normal dapat bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang secara alami perlu sering buang air kecil. Buang air kecil setidaknya 8 kali dalam 1 hari. Gejala lain yang dimiliki akan tergantung pada penyebab sering buang air kecil. Selain sering buang air kecil, gejala lainnya adalah:
- Urgensi urine atau ketidakmampuan untuk menunda kebutuhan untuk buang air kecil.
- Inkontinensia urine atau urine bocor.
- Nokturia atau buang air kecil beberapa kali di malam hari.
Jika menderita kondisi ini seharusnya tidak merasa sakit atau sakit saat buang air kecil. Jika memiliki ISK, gejala lain dari ISK meliputi:
- Inkontinensia urine atau urine bocor.
- Urin berbau menyengat.
- Darah dalam urine.
- Sakit perut bagian bawah.
- Demam.
- Menggigil.
- Mual.
Jika memiliki kondisi yang berbeda, kondisi yang mempengaruhi kandung kemih atau prostat juga dapat menyebabkan gejala kencing lainnya, seperti buang air kecil yang menyakitkan atau darah dalam urine. Disfungsi dasar panggul juga dapat menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan.
Tahap awal dan tahap akhir kanker ovarium dapat menyebabkan urgensi kemih. Orang dengan diabetes (kencing manis) kemungkinan menemukan urine yang terlihat keruh atau berbau manis. Pada diabetes insipidus, urine biasanya jernih dan tidak berbau.
Penyebab Buang Air Kecil Sakit
ISK dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bisa juga karena peradangan pada saluran kemih. Uretra yaitu kandung kemih, ureter dan ginjal membentuk saluran kemih. Peradangan di salah 1 organ ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.
Wanita lebih mungkin mengembangkan ISK daripada pria. Ini karena uretra wanita lebih pendek. Uretra yang lebih pendek berarti bahwa bakteri memiliki jarak yang lebih pendek untuk melakukan perjalanan untuk mencapai kandung kemih. Wanita yang sedang hamil atau sudah menopause juga memiliki peningkatan risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK). Penyebab yang dapat menyebabkan sering buang air kecil, meliputi:
- Cedera pada area seperti kandung kemih, tulang belakang dan panggul.
- Kondisi neurologis, seperti stroke dan multiple sclerosis (MS).
- Memiliki kelebihan berat badan (obesitas) yang memberi tekanan ekstra pada kandung kemih.
ISK terjadi ketika bakteri memasuki kandung kemih melalui uretra. Faktor risiko umum meliputi:
- Usia lanjut.
- Dehidrasi.
- Menahan urine untuk waktu yang lama atau tidak sepenuhnya mengosongkan kandung kemih.
- Perubahan struktur sistem urinaria.
- Kondisi medis kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Penyebab sering buang air kecil selain ISK meliputi:
- Diuretik.
- Terlalu banyak mengkonsumsi minuman.
- Kafein, alkohol, nikotin atau pemanis buatan dalam jumlah berlebihan yang dapat mengiritasi dinding kandung kemih.
- Kecemasan.
- Diabetes (kencing manis).
- Diabetes insipidus.
- Kondisi ginjal seperti infeksi ginjal dan infeksi batu ginjal.
- Otot dasar panggul melemah.
- Sistitis interstisial yaitu kondisi kandung kemih yang menyakitkan dan tidak menular.
- Batu kandung kemih.
- Kanker kandung kemih.
Komentar
Posting Komentar