Langsung ke konten utama

Klinik Apollo Tempat Pengobatan Sipilis Terbaik di Jakarta

 
klinikapollojakarta.com

Fakta Tentang Sipilis

Sipilis adalah organisme tipe Spirochete. Sipilis adalah penyakit menular seksual (PMS). Sipilis adalah PMS yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang sangat menular juga dapat ditularkan akan tetapi jarang, jika menular yaitu melalui transfusi darah atau dari ibu ke janin dalam kandungan. Tanpa adanya pengobatan, sipilis dapat menyebabkan kerusakan secara permanen pada otak, saraf dan jaaringan tubuh.

Apa Yang Menyebabkan Sipilis?

Sipilis adalah penyakit menular dan biasanya menular secara seksual. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Bakteri ini dapat menembus kulit yang luka atau selaput lendir. Penularan paling sering terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan luka pada seseorang yang terinfeksi melalui aktifitas seksual. Pria lebih rentan tertular sipilis daripada wanita. Penyakit ini paling aktif pada wanita dengan usia antara 15 tahun hingga 39 tahun.

Konsultasi langsung dengan dokter disini (GRATIS)

Apa Gejala Atau Tanda Sipilis?

Sipilis dapat berkembang melalui 3 tahap yang berbeda. Terkadang tahapannya tidak jelas.

  1. Tahap Primer

Tahap primer biasanya muncul dengan luka di area infeksi. Luka atau chancre biasanya muncul tanpa rasa sakit pada alat kelamin pria atau wanita, meskipun bagian tubuh yang lain juga berisiko. Seseorang yang menyentuh luka yang terinfeksi dapat terinfeksi juga. Luka awal ini berkembang dalam 2 minggu hingga 3 miunggu setelah inefski dan sembuh setelah 3 minggu hingga 6 minggu. Meskipun sakitnya hilang namun penyakitnya tidak hilang dan dapat berlanjut ke tahap sekunder.

  1. Tahap Sekunder

Tahap sekunder dapat berkembang dalam 4 minggu hingga 10 minggu setelah chancre. Tahap ini memiliki banyak gejala. Gejalanya kemungkinan seperti sejumlah penyakit lainnya. Tahap ini dapat hilang tanpa pengobatan, namun penyakitnya kemudian memasuki tahap laten. Gejala yang ada pada tahap sekunder seperti demam, nyeri sendi, nyeri otot, sakit tenggorokan, flu, ruam seluruh tubuh (telapak tangan dan telapak kaki), sakit kepala, nafsu makan berkurang, rambut rontok merata dan pembengkakan kelenjar getah bening.

  1. Tahap Laten

Tahap laten pada 12 bulan pertama setelah infeksi dan ditandai dengan tidak adanya gejala. Namun dalam tahap ini masih menular. Tahap laten lanjut adalah tahapan tanpa gejala ketika infeksinya terjadi lebih dari 12 bulan sebelumnya dan umumnya tidak menular. Namun tetap dapat menularkan infeksi dari ibu ke janin atau melalui transfusi darah.

  1. Tahap Tersier

Tahap tersier adalah tahap laten yang berkembang setelah bertahun-tahun. Selama tahap ini, jantung, otak, kulit dan tulang berisiko. Dengan pengobatan, tahap ini jarang sekali terjadi.

  1. Tahap Kongenital

Terjadi setelah janin terinfeksi didalam rahim. Bentuk sipilis ini dapat menyebabkan kelainan gigi, masalah tulang, pembesaran hati atau limfa atau ginjal, infeksi otak, gagal tumbuh atau pertumbuhan yang buruk, pembengkakan kelenjar getah bening, kulit kuning (jaundice), jumlah darah rendah dan ruam kulit.

Tes Pemeriksaan Sipilis

Sipilis terkadang mirip dengan penyakit lain. Dokter biasanya akan menanyakan gejalanya dan waktu kemunculannya dengan mengambil riwayat seksual yang lengkap. Selain itu dengan menanyakan mengenai penggunaan kondom dan pasangan seksual yang menunjukkan gejala yang sama. Selama tahap primer, sangat penting untuk mengetahui luka tunggal yang tidak nyeri pada alat kelamin pria atau wanita. Pada mulut, anus dan bagian tubuh lainnya juga dapat menjadi area infeksi awal.

Kelenjar getah bening didekat luka kemungkinan bengkak. Selama tahap primer, pengambilan sampel luka untuk dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop. Tes ini juga sangat berguna selama tahan sekunder. Tahap sekunder sering muncul dengan ruam difus dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pemeriksanan perkembangan ruam dan pemeriksaan luka pada telapak tangan dan pada telapak kaki. Tes darah sangat berguna untuk tahap sekunder. Selama tahap tersier, kemungkinan dengan sampel cairan tulang belakang untuk memeriksa infeksi dan mengukur keberhasilan pengobatan.

Apa Pengobatan Untuk Sipilis?

Berbeda dengan diagnosis, pengobatan cukup mudah. Selama tahap primer, tahap sekunder dan tahap laten, pengobatan antibiotik tahap awal dapat menyembuhkan penyakit. Seseorang dengan alergi dapat direkomendasikan dengan pengobatan lain. 

Jika sipilis telah berkembang menjadi neurosifilis (keterlibatan otak), pengobatan dosis tambahan sangat diperlukan. Pada wanita hamil dengan sipilis bisa direkomendasikan dengan pengobatan lain terutama jika memiliki alergi. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Source : Klinik Apollo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Jamur Klamidia ? Simak Berikut Ini !!!

source : klinikapollojakarta.com Klinik Apollo -  Jamur klamidia adalah infeksi bakteri menular seksual. Ini mempengaruhi pria dan mempengaruhi wanita yang tertular selama kontak seksual. Klamidia sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan masalah kesuburan. Namun, pengobatan yang efektif dapat dilakukan. Klamidia adalah infeksi oleh bakteri  Chlamydia trachomatis  ( C. trachomatis ). Ini dapat menyebabkan kerusakan parah dan terkadang kerusakan permanen pada sistem reproduksi. Seseorang dapat menularkan klamidia melalui seks oral, seks anal atau seks vaginal tanpa kondom atau melalui kontak genital. Karena infeksi klamidia seringkali tidak memiliki gejala, seseorang kemungkinan memiliki infeksi dan menularkannya ke pasangan seksualnya tanpa mengetahuinya. TIDAK mungkin menularkan klamidia melalui: Kontak dengan dudukan toilet. Berbagi sauna. Menggunakan kolam renang. Menyentuh permukaan yang disentuh oleh penderita klamidia. Berdiri dekat dengan seseorang...

Waspada Bahaya Penyakit Kelamin Pada Pria Maupun Wanita

  source : klinikapollo   Waspada Bahaya Penyakit Kelamin Pada Pria Maupun Wanita -  Penyakit kelamin dapat menular  dari satu orang ke orang lain melalui aktivitas seksual  baik vaginal, anal, maupun oral.  Selain itu juga beberapa penyalit kelamin dapat menyebar melalui kontak fisik yang intim seperti belaian meskipun hal ini tidak terlalu umum, namun bakteri/virus dari luka terbuka dapat menular kepada orang lain.  Penyakit kelamin tidak selalu menimbulkan gejala, atau jikapun memiliki gejala terkadang gejala yang muncul hanya ringan saja, sehingga penderitanya tidak terlalu mengetahui dan terkesan cuek dengan gejala yang terjadi. Itulah mengapa melakukan tes penyakit kelamin sangat penting jika anda sangat aktif dalam hubungan seksual. Jika menerima hasil diagnosis menyatakan positif, tidak perlu cemas, semua dapat diobati dengan pengobatan. Baca juga : Jenis Penyakit kelamin yang sering menyerang pria Penyebab Penyakit Kelamin Berbahaya Pe...